Why
Varsity Exist?
Oleh:
Boy Manullang
Universitas adalah sebuah lembaga pendidikan dan juga
lembaga penelitian serta pengabdian dalam satu paket komplit. Kesemua itu di
rangkum dalam visi universitas. Tujuan adanya universitas tertuang dalam
tridharma. Bunyi sakral yang selalu di gempar-gemporkan pada setiap mahasiswa
baru kala Masa Pengenalan Akademik “Tri Dharma Perguruan Tinggi”. Bahkan kerap
muncul dalam tugas-tugas Mahasiswa Baru yang bertujuan agar paham mengenai tri
dharma tersebut.
Dalam prosesnya banyak dari mahasiswa yang tahu
mengenai visi mulia tersebut. Tidak banyak juga yang mengerti bagaimana
maksudnya. Mereka hanya tahu, karena menjadikan nya sebagai tugas belaka tanpa
mengetahui tujuan nya. Tujuan itu penting sama seperti penting nya keberadaan,
karena keberadaan merupakan tujuan itu sendiri. Memahami tujuan adalah hal
terpenting sebelum memulai sesuatu. Mengerti Tri Dharma menjadi syarat wajib
bagi mahasiswa, mutlak bahkan. Tanpa mengerti akan sulit bagi mahasiswa
menjalankan fungsinya sebagai mahasiswa di Kampus dan di Lingkungan sosialnya.
Why
the varsity exist?
Pertanyaan simple yang cukup membuat saya terusik. Dulu saya mengira kalau
lembaga perguruan tinggi ya serupa saja dengan waktu saya berada di sekolah
menengah. Tidak banyak yang berbeda karena saya hanya melanjutkan pendidikan
saya sama hal nya dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA. Ini adalah kebutaan akan
jati diri. Saya katakan kebutaan karena saya hanya menjalani sesuatu yang tidak
saya mengerti dan saya hanya mengikuti sistem tanpa mengetahui tujuan dan peran
saya sesungguhnya. Bersykur ketika saya mengerjakan tugas essai saat MPA dan
ditambah lagi dengan mengikuti kajian-kajian kampus.
Etimologi berbicara mengenai arti. Secara etimologi
Tri Dharma berasal dari bahasa Sansekerta “Tri” artinya adalah tiga dan
“Dharma” artinya kewajiban, boleh lah jika dikatakan bahwa Tri Dharma adalah
tiga kewajiban yang harus di lakukan perguruan tinggi. Mahasiswa harus paham
betul akan pengertian ini karena mahsiswa adalah bagian dari perguruan tinggi
itu sendiri. Mahasiswa adalah subjek di dalam nya yag berperan dan memiliki
fungsi sangat besar dalam pelaksanaan tri dharma ini.
Realita kampus berbicara bahwa dalam memahami Tri
Dharma mahasiswa umumnya berfokus pada pendidikan dan pengajaran. Padahal masih
terdapat dua poin penting yaitu penelitian dan pengembangan serta pengabdian
pada masyarakat. Dapatkah mahasiswa hanya memilih salah satu nya saja? Tentu
tidak, visi perguruan tinggi seyogyanya sudah menjadi visi mahasiswa. Karena
perguruan tinggi dan mahasiswa merupakan satu kesatuan entitas yang sulit di
pisahkan. Kurang nya mengetahui akan tri dharma juga membuat mahasiswa memiliki
ego yang cukup tinggi. Mereka hanya menjadi orang yang mengejar target untuk
lulus dan tidak menghargai proses kadang kala, lebih parah mereka menjadi sama
dengan masyarakat yang kurang pendidikan, mereka tidak peduli dengan kondisi
sosial sekitar. Jangan kan kondisi sosial. Tanyakan saja apa peran mereka
sebagai mahasiswa. Mungkin mereka akan merasa kesulitan menjawabnya. Miris
memang melihat fenomena saat ini.
Sebagian lagi fokus dengan mengikuti penelitian dan
pengembangan. Mengikuti lomba-lomba dengan membawa nama universitas. Hal ini
sangat baik apabila di imbangi dengan dua hal di atasnya. Jadi sebenarnya Tri
Dharma perguruan tinggi itu tidak dapat di pisah-pisahkan dan itu merupakan
satu hal yang terangkum padu dalam visi. Itu merupakan turunan dari perkataan Ki Hajar Dewantara bahwa tujuan pendidikan adalah memanusiakan
manusia. Berkenaan dengan itu kita sebagai mahasiswa kiranya bersinergi
dengan perguruan tinggi dalam mengerjakan visi perguruan tinggi sekaligus
menjalankan fungsi dan peran kita sebagai mahasiswa.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar