DAMPAK TELEVISI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP REMAJA DAN
PEMUDA DI INDONESIA
NAMA PENULIS:
BOY MANULLANG (8916)
FADHLILLAH FI UMAR (8948)
JOGI JEREMIAH (8997)
SMA NEGERI 62 JAKARTA
2011
Kata
Pengantar
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat ilham dan waktu yang diberikanNya
kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
penulis juga berterimakasih untuk pihak-pihak yang turut membantu penulis dalam
mengerjakan karya tulis ilmiah ini. penulis menyampaikan rasa terimakasih
kepada:
1. Kedua
orangtua penulis, atas doa restu dan segala pengorbanan kepada penulis
2. Guru
pembimbing penulis, Ibu Siti Qomaryah yang telah membimbing penulis untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.
3. Rekan kelompok penulis yang membantu dalam mengerjakan
karya tulis ilmiah ini.
4. kepada rekan-rekan yang telah memberikan waktunya untuk
membantu penulis dan memberikan semangat kepada penulis.
Penulis juga
berterimakasih kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
politik Universitas Indonesia (BEM FISIP
UI). Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat untuk membangun solidaritas
pemuda-pemuda Indonesia dan meningkatkan solidaritas ke tingkat regional Asia
Tenggara.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.karena itu, kritik dan saran sangat membantu bagi penulis untuk lebih menyempurnakan karya tulis ini.
Ringkasan
Media televisi pada
hakikatnya ialah media komunikasi yang menyediakan berbagai informasi yang update,
dan menyebarkannya kepada khalayak umum. Media televisi di Indonesia terdiri
dari stasiun pemerintah dan swasta. Di Negara Indonesia, televisi memiliki potensi yang
besar untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan.
Media
televisi memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dampak
yang dominan ialah terhadap perubahan tatanan sosial dan budaya bagi
masyarakat, terlebih bagi remaja dan pemuda. Menurut Hurlock penonton anak
remaja berada pada tahap perkembangan mulai memiliki pola perilaku akan hasrat
penerimaan sosial yang tinggi.
Objek
penulisan karya tulis ini adalah televisi sangat berperan dalam pembentukan
karakter atau sikap remaja dan pemuda Indonesia. Dengan adanya televisi
diharapkan dapat meningkatkan solidaritas pemuda yang ada di tanah air.
Informasi yang dikumpulkan adalah televisi, pemuda, sosial, budaya, ancaman
invansi budaya, dan peran pemuda dalam meningkatkan solidaritas di Indonesia.
Landasan
teorinya adalah pemanfaatan televisi sebagai sarana dalam upaya peningkatan
solidaritas.
Kesimpulan
yang dikumpulkan adalah televisi berperan penting dalam pembentukan karakter
atau sikap remaja dan pemuda di Indonesia. Penggunaan media televisi
mempengaruhi secara penuh peningkatan solidaritas dan nasionalisme bangsa.
BAB I
PENDAHULUAN
ALatar Belakang
Globalisasi
yang tengah berlangsung di antara Negara-negara di dunia memberikan berbagai
dampak. Adanya globalisasi di tandai dengan timbulnya alat komunikasi yang
canggih dan dapat berkomunikasi melampaui ruang dan waktu. Di antara berbagai
alat komunikasi elektronik, televisi adalah salah satunya. Televisi merupakan
alat komunikasi audio visual yang popular dan memasyarakat.
Televisi
pada hakikatnya ialah suatu piranti yang dapat memberikan informasi berupa
gambar dan suara. Penggunaan televisi hampir di setiap daerah di penjuru dunia.
Oleh karena itu televisi dapat dikatakan sebagai alat komunikasi yang
jangkauannya cukup luas.
Televisi sebagai media komunikasi untuk penyampaian informasi, pendidikan, dan hiburan adalah salah satu media visual dan auditif yang mempunyai jangkauan yang sangat luas. Mengingat sifatnya yang terrbuka, cakupan pemirsanya tidak mengenal usia dan meliputi seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Luasnya jangkauan siaran dan cakupan pemirsanya, mejadikan media televisi sebagai media pembawa informasi yang besar dan cepat pengaruhnya terhadap perkembangan pengetahuan, sikap dan perilaku anggota masyarakat serta perubahan sistem dan tata nilai yang ada.
B Identifikasi
masalah
Globalisasi yang terjadi di abad ke 21 ini
menuntut semua negara-negara di dunia untuk mengetahui informasi terkini. Salah
satu media pemberi informasi yang popular yaitu televisi. Televisi di gemari
oleh masyarakat karena merupakan alat komuniasi audiovisual.
Meskipun sekarang sudah ada alat komunikasi elekronik yang lebih modern
yaitu internet. Namun internet masih belum menelusuk ke semua daerah di
Indonesia. Televisi sudah merambat hampir keseluruh kalangan masyarakat. Hampir
setiap keluarga memiliki televisi.
Hal ini memiliki potensi ganda. Jika
dimanfaatkan dengan baik, maka televise dapat dijadikan sarana dalam
meningkatkan pendidikan, dan rasa toleransi pemuda. Namun jika tidak di
manfaatkan dengan baik televise dapat menjadi mesin penghancur sosial budaya di
Indonesia.
Permasalahan yang timbul akibat televise yaitu bergesernya norma-norma social yang ada. Televise juga membentuk manusia yang tidak bermoral. Ini sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia. Lebih parah lagi televise mampu memanipulasi pandangan seseorang terhadap sesuatu.
CPemecahan Masalah
Kemajuan teknologi yang tidak bias
dibendung lagi sekarang ini. Bahkan siaran-siaran yang di tayangkan di televisi
sudah sangat banyak dimanipulasi melalui bantuan teknologi. Oleh karena itu
sangat penting untuk kita kritis terhadap acara-acara ditelevisi.
Televisi juga kurang mendidik (terlebih
televisi swasta). Televisi dijadikan piranti penghasil uang oleh kaum-kaum
kapitalis. Pemirsa yang terlalu banyak mengkonsumsi televise tanpa melihat
untung ruginya akan menjadi mesin uang bagi pemilik stasiun televise tersebut.Apalagi
pemirsa televise tidak homogen melainkan dari berbagai kalangan (plural).
Pemecahan yang tepat untuk masalah ini
ialah mengubah cara pandang terhadap televise, mengurangi menonton televise,
memilah program-program yang bermanfaat dan kurang bermanfaat.
Pemerintah juga harus ikut andil dalam pemecahan masalah tersebut. Diantaranya pemerintah harus mengkaji ulang semua acara televise. Memberikan sanksi atau hukuman terhadap televise yang menayangkan hal-hal yang tidak mendidik.
DRumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat dibuat beberapa
pertanyaan yang relevan, yaitu:
1. Bagaimana televisi yang ada di Indonesia?
2. Bagaimana dampak positif dan negatif dari televisi?
3. Bagaimana pengaruh televisi terhadap perubahan sikap
remaja dan pemuda?
4. Bagaimana cara mengatasi masalah yang di timbulkan
oleh televisi?
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, dapat
di ringkas rumusan masalah sebagai berikut:
Bagaimana dampak positif dan negatif pertelevisian di Indonesia dan pengaruhnya terhadap perubahan sikap remaja juga pemuda serta solusi mengatasi efek yang ditimbulkan televisi.
E.Tujuan Penulisan
Adapun
tujuan penulis menulis karya tulis ilmiah ini antara lain:
A. Tujuan umum
1. Untuk mengikuti Paper
Writing Competition (PWC) yang merupakan seleksi awal dari Olimpiade Ilmu
Sosial 2011.
2. Sebagai sumbangsih pemikiran penulis untuk kemajuan
bangsa dan Negara.
3. Aspirasi penulis sebagai pemuda yang juga mengalami
tantangan globalisasi.
B. Tujuan khusus
1. Penulis ingin mengetahui lebih detail, sebab akibat
yang ditimbulkan oleh televisi.
2. Penulis ingin menganalisis lebih jauh dampak dari televisi terhadap pemuda.
F.
Manfaat Penulisan
Penulisan karya ilmiah ini diharapkan bisa
bermanfaat untuk masyarakat dan untuk pemerintah. Adapun manfaat dari penulisan
karya ilmiah ini adalah:
1. Memberikan pengertian tentang televise dan dampak yang
ditimbulkan bagi pemuda dan masyarakat.
2. Sebagai bahan untuk memperbaiki pola pertelevisian di
Indonesia.
3. Membangun pemikiran sadar media (televise) bagi pemuda dan masyarakat.
BAB II
Telaah Pustaka
APengertian
Televisi
Televisi adalah sebuah media
telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak
beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna.
Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari
bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin
sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang
menggunakan media visual/penglihatan.
Stasiun
televisi di Indonesia terdiri dari televisi pemerintah dan televisi swasta. Televisi
pemerintah yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan televisi swasta
terdiri dari Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Televisi Pendidikan
Indonesia (TPI), Surya Citra Televisi (SCTV), indosiar, metro TV, global TV, TV
one, transTV, dan TV7 .
Di Negara Indonesia, televisi pendidikan, memiliki
potensi yang besar untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan. Karena
bisa membantu permasalahan, antara lain:
1.
Penyebaran
guru belum merata di semua satuan pendidikan dan lokasi, baik jumlah maupun
mutunya;
2. Penyediaan dan penyebaran buku dan alat pelajaran perpustakaan, labolatorium, bengkel kerja serta buku-buku pedoman dan petunjuk teknis masing-masing belum dapat mencakup ke semua satuan pendidikan, murid, guru dan petugas pendidikan lainnya
3.
Sistem
dan prosedur pengawasan/penilikan yang belum dapat dilaksanakan secara intensif
dan ekstensif.
Media
TV termasuk cara yang efektif dan efisien untuk memutakhirkan (up dating)
pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan IPTEK yang berlangsung secara
tepat. TV dapat membantu program pendidikan guru, pejabat dan pendidikan
jabatan.
Mengingat besarnya
dampak media televisi terhadap perubahan sistem nilai masyarakat serta
pembentukan pribadi pemuda dan bangsa pada umumnya, maka pemerintah hendaknya
benar-benar memperhatikan tayangan atau acara-acara yang bermutu, mengandung
misi untuk mengantarkan masyarakat Indonesia ke suatu sistem nilai yang
kondusif terhadap pengembangan watak dan tatanan hidup masyarakat, sesuai
dengan iklim sosial budaya setempat dalam kerangka mencapai tujuan pembangunan
nasional.
Media
televisi memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari.
Baik itu dampak yang mempengaruhi ruang sosial, budaya, politik, dan
komponen-komponen yang lainnya. Televisi ini memberi dampak yang dominan
terhadap perubahan tatanan sosial dan budaya bagi masyarakat, terlebih bagi
remaja dan pemuda.
a.
Dampak positif
Dengan adanya televisi kita bisa mengetahui informasi terkini tentang tren dan informasi-informasi penting dalam waktu yang singkat. Kita bisa memperoleh pengetahuan melalui acara-acara yang memberikan referensi. Televisi dapat menjadi penghibur kita saat kita sedang bosan atau sedang menghadapi banyak masalah.
b.
Dampak negatif
Melalui
televisi juga bisa menyebarkan dampak negatif. Televisi memberikan kita lupa
untuk memikirkan hidup, karena kita selalu terobsesi terhadap sesuatu yang
maya. Televisi juga di jadikan alat menyebarkan kebudayaan asing ke Indonesia.
Memunculkan tren dan gaya hidup barat yang berpotensi menghapus kebudayaan
bangsa Indonesia sendiri.
Menurut Hurlock
penonton anak remaja berada pada tahap perkembangan mulai memiliki pola
perilaku akan hasrat penerimaan sosial yang tinggi. Remaja yang memiliki
intentitas menonton berita kriminal mulai menyesuaikan hal-hal yang diterimanya
dengan realitas sosial. Sehingga pengaruhnya akan cepat diterima terutama pada
aspek kognitif yang meliputi pengetahuan akan kejahatan, aspek afektif meliputi
perasaan atau emosi akan tayangan kekerasan bahkan aspek behavioral yang
meliputi tindakan untuk meniru adegan kekerasan.
Program-program
televisi memainkan peranan yang teramat penting dalam bagaimana orang memandang
dunia mereka sendiri. Pada saat ini, kebanyakan orang mendapatkan informasi
mereka dari sumber-sumber yang bermediasi dibandingkan dari pengalaman
langsung. Oleh karena itu, sumber-sumber yang bermediasi dapat membentuk
kenyataan seseorang.
Begitu juga sama halnya dengan aksi tindak kekerasan yang disiarkan oleh stasiun televisi. Kegiatan menonton TV kelas berat mengultivasi suatu anggapan bahwa dunia adalah tempat yang penuh dengan kekerasan, dan para penonton TV kelas berat merasa bahwa terdapat lebih banyak kekerasan di dunia dibandingkan dengan kenyataanya atau daripada yang dirasakan kelas ringan.
Televisi selain
memberikan dampak positif juga banyak membawa dampak negatif. Televisi
membangun sebuah definisi terselubung tentang suuatu hal, contohnya “perempuan
cantik”. Biasanya yang dijadikan model orang-orang yang bertubuh langsing,
berkulit putih, berambut lurus, dan akhirnya kita kerap tidak sadar sudah di
bentuk untuk mempercayai definisi perempan cantik.
Televisi juga
sering dijadikan acuan untuk masalah gaya pakaian dan gaya hidup. Jika seorang
pemuda atau remaja berpakaian tidak seperti yang di tampilkan di televisi, maka
dia akan dikatakan kuno. Alasan untuk mengikuti gaya hidup hanya karena Gengsi.
Perubahan gaya hidup dikalangan remaja sangat ditentukan oleh lingkungan
sekitar ataupun rangsangan-rangsangan yang datang dari luar. Dari berbagai
fenomena pengaruh televisi. Maka timbullah beberapa perubahan sikap remaja dan
pemuda di Indonesia. Perbahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Remaja dan pemuda banyak yang meniru
budaya kebaratan.
2.
Gaya hidup instan.
3.
Sosialisasi berkurang.
4.
Membanggakan budaya barat dan merendahkan
budaya sendiri.
5.
Hilangnya budaya sopan santun.
6.
Mulai tertutup terhadap lingkungan.
7.
Prestasi menurun.
Dan masih banyak perubahan-perubahan yang lain.
BMetode Penulisan
Metode
yang digunakan penulis dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:
1
Studi kepustakaan
yaitu, metode dengan mengambil data dari bahan pustaka
yang relevan dengan bahan
penelitian dan sumber dari buku - buku
2
Metode psikologi
yaitu, dengan melihat pola perilaku pemuda dan masyarakat dalam kesehariannya.
3
Studi kasus yaitu,
penelaahan empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata.
Adapun langkah – langkah pokok
dalam penggunaan metode penulisan ini:
1.
Merumuskan Masalah.
2.
Melakukan penelaahan
perpustakaan.
3.
Merumuskan Hipotesis.
4.
Merumuska asumsi yang
mendasari Hipotesis itu.
5.
Menyusun rancangan cara
pendekatannya.
6.
Memvalidasikan teknik
pengumpulan data.
7.
Mengumpulkan dan
menganalisis data yang masih relevan.
8.
Menyusun laporan.
Analisis Masalah
Peran
pemerintah sudah cukup banyak dalam pembuatan kebijakaan pertelevisian.
Pemerintah telah membuat revisi Undang-Undang No.32 tahun 2002 tentang
Penyiaran yang saat ini sedang dibahas Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
RI. yang menjadi pertanyaannya, seberapa besar pengawasan dan pemberian sanksi
terhadap pelanggar?
Pemanfaatan
televise sangatlah berguna bagi bangsa ini. Televise sangatlah mutakhir untuk
menjaga kesatuan dan persatuan, karena jarak yang begitu jauh untuk melakukan
komunikasi langsung. Melalui televise, dapat dilakukan pembelajaran dan proses
pendidikan jarak jauh. Penggunaan televise dewasa ini telah diselewengkan.
Televise hanya memiliki nilai estetika saja dan tidak memiliki nilai etika.
Oleh karena itu masyarakatlah yang dirugikan. Apalagi masyarakat masih minim
akan pengetahuan, mereka akan sangat mudah terpengaruh dan mendapat efek
samping dari televise.
Anak,
remaja, pemuda, dan seluruh kalangan masyarakat sangat rentan akan invansi budaya.
Karena televise membawa serta pengaruh budaya luar masuk kedalam bangsa ini.
Akibatnya budaya kita akan hilang dan yang ada hanya budaya homogen yaitu
budaya barat.
Dengan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari penayangan program-program televisi dapat menyebabkan tidak maksimalnya peranan pemuda dalam masyarakat dan bangsa sesuai dengan yang di gariskan dalam GBHN, yaitu pengembangan generasi muda di persiapkan untuk kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, dengan memberi keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi yang luhur.
Sintesis Masalah
Masih banyak siaran-siaran yang secara terangterangan menampilkan kekerasan contohnya “Patroli”. Siaran ini tentu akan menbjadi pengaruh terhadap kalangan masyarakat. Di kalangan anak misalnya, anak akan meniru adegan yang ditampilkan ditelevisi. Di kalangan masyarakat, masyarakat menjadi beranggaoan bahwa dunia penuh dengan kekerasan.
Untuk
mengatasi permasalahan yang timbul akibat televise, pemerintah harus mengawasi
secara intensif setiap penayangan-penayangan acara disemua stasiun televise.
Pemerintah juga harus berani memberi ukuman bagi pelanggar.
Orang tua juga turut ambil andil dalam masalah ini dengan mengawasi dan mendampingi anaknya saat menonton televise. Agar orang tua mampu memberikan pengertian dari apa yang ditayangkan ditelevisi.
Permasalahan ini merupakan permasalahan yang komplek sehingga penanganan terhadap permasahan ini tidak dapat dilakuakan oleh satu tangan saja. Kerjasama anggota keluarga dan partisipasi semua elemen masyarakat adalah solusi yang sangat tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini.
BAB III
PENUTUP
AKESIMPULAN
Televisi
juga bisa menyebarkan dampak negatif. Televisi memberikan kita lupa untuk
memikirkan hidup Media televisi di Indonesia jika pemanfaatan optimal
sebenarnya sangat efektif dan efesien fungsinya. Melalui televisi sarana
pendidikan bisa lebih menjangkau daerah, berita-berita dapat dilihat dan
didengar melali televisi. Media TV termasuk cara yang efektif dan efisien untuk
memutakhirkan (up dating) pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan
IPTEK yang berlangsung secara tepat. TV dapat membantu program pendidikan
guru, pejabat dan pendidikan jabatan.
Televisi memberikan kita lupa untuk memikirkan
kehidupan, karena kita selalu terobsesi terhadap sesuatu yang maya. Televisi
juga di jadikan alat menyebarkan kebudayaan asing ke Indonesia. Memunculkan
tren dan gaya hidup barat yang berpotensi menghapus kebudayaan bangsa Indonesia
sendiri.
Televisi dapat mengubah pola sikap dan perilaku masyarakat terlebih lagi remaja dan pemuda yang masih labil. Pemuda sekarang memiliki gengsi yang tinggi. Mereka menciptakan acan pergaulan melalui media seperti televisi. Pemuda sekarang sangat senang berkumpul dengan pemuda-pemuda yang dianggap gaul. Cenderung memilih teman, tempat berkumpul, dan pakaian. Hal ini yang menciptakan kesenjangan sosial, kasta, dan perpecahan.
BSARAN
Kita
sebagai remaja dan pemuda tanah air, diharapkan akan mampu membawa perubahan
pada bangsa kita. Untuk itu, marilah kita mulai sadar akan pengaruh negative
dari televisi. Tidak semua tayangan di televisi merupakan fakta dan nyata.
Kebanyakan tayangan di televisi sudah dimanipulsi.
Dengan
kesadaran dari masing-masing pemuda, kita akan mampu memilah mana tayangan yang
baik bagi kita. Apalagi kita sebagai seorang pelajar, janganlah kiranya jiwa
sosial kita berkurang. Kita juga harus bergaul dengan teman-teman kita yang
tidak bersekolah.
Untuk
pemerintah, penulis berharap ada tindakan lebih lanjut tentang pertelevisian di
Indonesia ini. Acara-acara di televisi harus lebih disaring, karena pemirsa
yang menonton dari semua umur (plural). Acara-acara sosial dan edukasi harus
lebih banyak dimuat di televisi. Bila perlu pendidikan soal media (televisi)
disisipkan kedalam kurikulum sekolah.
Jika
kita sadar akan pengaruh media kita tidak akan mudah ditipu, pengetahuan kita
menjadi lebih luas, dan kita akan mengkonsumsi televisi sesuai dengan kebutuhan
kita. Dengan demikian, jadilah pemuda yang bijak dengan tidak menyalahgnakan
televisi.
ADaftar Pustaka
Badan
Pertimbangan Pendidikan Nasional(BPPN).1996. Tujuan, isi, pengelolaan serta dampak terhadap perubahan sistem nilai
(pengaruh tayangan program televisi terhadap perilaku anak dan
pemuda).BPN.Jakarta
Change.2009.kebenaran semu media, change, hlm, 8.
Gatra.31 Maret, 2011. Menuju komunitas ASEAN, Gatra, hlm. 35. Gatra. 22 Juli,
2011. Berita, hiburan, gossip, infotainment, Gatra, hlm. 56. 4
February 2010.
Muhammad Taufik. Media massa
televisi merupakan senjata budaya penghancur generasi muda Indonesia. http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/04/media-massa-televisi-merupakan-senjata-budaya-penghancur-generasi-muda-indonesia/. [29 Agustus 2011]






Tidak ada komentar:
Posting Komentar