An amateur blogger trying to put something on an internet.

Rabu, 04 November 2020

DAMPAK TELEVISI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP REMAJA DAN PEMUDA DI INDONESIA

DAMPAK TELEVISI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP REMAJA DAN PEMUDA DI INDONESIA

 

 

NAMA PENULIS:

 

BOY MANULLANG (8916)

FADHLILLAH FI UMAR (8948)

JOGI JEREMIAH (8997)

 

 

 

 

 

SMA NEGERI 62 JAKARTA

2011


Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat ilham dan waktu yang diberikanNya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. penulis juga berterimakasih untuk pihak-pihak yang turut membantu penulis dalam mengerjakan karya tulis ilmiah ini. penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada:

1. Kedua orangtua penulis, atas doa restu dan segala pengorbanan kepada penulis

2. Guru pembimbing penulis, Ibu Siti Qomaryah yang telah membimbing penulis untuk  menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.

3. Rekan kelompok penulis yang membantu dalam mengerjakan karya tulis ilmiah ini.

4. kepada rekan-rekan yang telah memberikan waktunya untuk membantu penulis dan memberikan semangat kepada penulis.

 Penulis juga berterimakasih kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Indonesia  (BEM FISIP UI). Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat untuk membangun solidaritas pemuda-pemuda Indonesia dan meningkatkan solidaritas ke tingkat regional Asia Tenggara.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.karena itu, kritik dan saran sangat membantu bagi penulis untuk lebih menyempurnakan karya tulis ini.


Ringkasan

Media televisi pada hakikatnya ialah media komunikasi yang menyediakan berbagai informasi yang update, dan menyebarkannya kepada khalayak umum. Media televisi di Indonesia terdiri dari stasiun pemerintah dan swasta. Di Negara  Indonesia, televisi memiliki potensi yang besar untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan.

Media televisi memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Dampak yang dominan ialah terhadap perubahan tatanan sosial dan budaya bagi masyarakat, terlebih bagi remaja dan pemuda. Menurut Hurlock penonton anak remaja berada pada tahap perkembangan mulai memiliki pola perilaku akan hasrat penerimaan sosial yang tinggi.

Objek penulisan karya tulis ini adalah televisi sangat berperan dalam pembentukan karakter atau sikap remaja dan pemuda Indonesia. Dengan adanya televisi diharapkan dapat meningkatkan solidaritas pemuda yang ada di tanah air. Informasi yang dikumpulkan adalah televisi, pemuda, sosial, budaya, ancaman invansi budaya, dan peran pemuda dalam meningkatkan solidaritas di Indonesia.

Landasan teorinya adalah pemanfaatan televisi sebagai sarana dalam upaya peningkatan solidaritas.

Kesimpulan yang dikumpulkan adalah televisi berperan penting dalam pembentukan karakter atau sikap remaja dan pemuda di Indonesia. Penggunaan media televisi mempengaruhi secara penuh peningkatan solidaritas dan nasionalisme bangsa.


BAB  I

                                       PENDAHULUAN

 

ALatar Belakang

Globalisasi yang tengah berlangsung di antara Negara-negara di dunia memberikan berbagai dampak. Adanya globalisasi di tandai dengan timbulnya alat komunikasi yang canggih dan dapat berkomunikasi melampaui ruang dan waktu. Di antara berbagai alat komunikasi elektronik, televisi adalah salah satunya. Televisi merupakan alat komunikasi audio visual yang popular dan memasyarakat.

Televisi pada hakikatnya ialah suatu piranti yang dapat memberikan informasi berupa gambar dan suara. Penggunaan televisi hampir di setiap daerah di penjuru dunia. Oleh karena itu televisi dapat dikatakan sebagai alat komunikasi yang jangkauannya cukup luas.

Televisi sebagai media komunikasi untuk penyampaian informasi, pendidikan, dan hiburan adalah salah satu media visual dan auditif yang mempunyai jangkauan yang sangat luas.  Mengingat sifatnya yang terrbuka, cakupan pemirsanya tidak mengenal usia dan meliputi seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.  Luasnya jangkauan siaran dan cakupan pemirsanya, mejadikan media televisi sebagai media pembawa informasi yang besar dan cepat pengaruhnya terhadap perkembangan pengetahuan, sikap dan perilaku anggota masyarakat serta perubahan sistem dan tata nilai yang ada.


Identifikasi masalah

Globalisasi yang terjadi di abad ke 21 ini menuntut semua negara-negara di dunia untuk mengetahui informasi terkini. Salah satu media pemberi informasi yang popular yaitu televisi. Televisi di gemari oleh masyarakat karena merupakan alat komuniasi audiovisual.

  Meskipun sekarang sudah ada alat komunikasi elekronik yang lebih modern yaitu internet. Namun internet masih belum menelusuk ke semua daerah di Indonesia. Televisi sudah merambat hampir keseluruh kalangan masyarakat. Hampir setiap keluarga memiliki televisi.

Hal ini memiliki potensi ganda. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka televise dapat dijadikan sarana dalam meningkatkan pendidikan, dan rasa toleransi pemuda. Namun jika tidak di manfaatkan dengan baik televise dapat menjadi mesin penghancur sosial budaya di Indonesia.

Permasalahan yang timbul akibat televise yaitu bergesernya norma-norma social yang ada. Televise juga membentuk manusia yang tidak bermoral. Ini sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia. Lebih parah lagi televise mampu memanipulasi pandangan seseorang terhadap sesuatu.

CPemecahan Masalah

Kemajuan teknologi yang tidak bias dibendung lagi sekarang ini. Bahkan siaran-siaran yang di tayangkan di televisi sudah sangat banyak dimanipulasi melalui bantuan teknologi. Oleh karena itu sangat penting untuk kita kritis terhadap acara-acara ditelevisi.

Televisi juga kurang mendidik (terlebih televisi swasta). Televisi dijadikan piranti penghasil uang oleh kaum-kaum kapitalis. Pemirsa yang terlalu banyak mengkonsumsi televise tanpa melihat untung ruginya akan menjadi mesin uang bagi pemilik stasiun televise tersebut.Apalagi pemirsa televise tidak homogen melainkan dari berbagai kalangan (plural).

Pemecahan yang tepat untuk masalah ini ialah mengubah cara pandang terhadap televise, mengurangi menonton televise, memilah program-program yang bermanfaat dan kurang bermanfaat.

Pemerintah juga harus ikut andil dalam pemecahan masalah tersebut. Diantaranya pemerintah harus mengkaji ulang semua acara televise. Memberikan sanksi atau hukuman terhadap televise yang menayangkan hal-hal yang tidak mendidik.


DRumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dibuat beberapa pertanyaan yang relevan, yaitu:

1.      Bagaimana televisi yang ada di Indonesia?

2.      Bagaimana dampak positif dan negatif dari televisi?

3.      Bagaimana pengaruh televisi terhadap perubahan sikap remaja dan pemuda?

4.      Bagaimana cara mengatasi masalah yang di timbulkan oleh televisi?

 

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, dapat di ringkas rumusan masalah sebagai berikut:

Bagaimana dampak positif dan negatif pertelevisian di Indonesia dan pengaruhnya terhadap perubahan sikap remaja juga pemuda serta solusi mengatasi efek yang ditimbulkan televisi.


E.Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulis menulis karya tulis ilmiah ini antara lain:

A.    Tujuan umum

1.      Untuk mengikuti Paper Writing Competition (PWC) yang merupakan seleksi awal dari Olimpiade Ilmu Sosial 2011.

2.      Sebagai sumbangsih pemikiran penulis untuk kemajuan bangsa dan Negara.

3.      Aspirasi penulis sebagai pemuda yang juga mengalami tantangan globalisasi.

B.     Tujuan khusus

1.      Penulis ingin mengetahui lebih detail, sebab akibat yang ditimbulkan oleh televisi.

2.      Penulis ingin menganalisis lebih jauh dampak dari televisi terhadap pemuda. 


F.     Manfaat Penulisan

Penulisan karya ilmiah ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan untuk pemerintah. Adapun manfaat dari penulisan karya ilmiah ini adalah:

1.      Memberikan pengertian tentang televise dan dampak yang ditimbulkan bagi pemuda dan masyarakat.

2.      Sebagai bahan untuk memperbaiki pola pertelevisian di Indonesia.

3.      Membangun pemikiran sadar media (televise) bagi pemuda dan masyarakat.

 

BAB II

   Telaah Pustaka

 

APengertian Televisi

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.

Stasiun televisi di Indonesia terdiri dari televisi pemerintah dan televisi swasta. Televisi pemerintah yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan televisi swasta terdiri dari Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Surya Citra Televisi (SCTV), indosiar, metro TV, global TV, TV one, transTV, dan TV7 .

Di Negara  Indonesia, televisi pendidikan, memiliki potensi yang besar untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan.  Karena bisa membantu permasalahan, antara lain:

1.      Penyebaran guru belum merata di semua satuan pendidikan dan lokasi, baik jumlah maupun mutunya;

2.      Penyediaan dan penyebaran buku dan alat pelajaran perpustakaan, labolatorium, bengkel kerja serta buku-buku pedoman dan petunjuk teknis masing-masing belum dapat mencakup ke semua satuan pendidikan, murid, guru dan petugas pendidikan lainnya

3.      Sistem dan prosedur pengawasan/penilikan yang belum dapat dilaksanakan secara intensif dan ekstensif.

Media TV termasuk cara yang efektif dan efisien untuk memutakhirkan (up dating) pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan IPTEK yang berlangsung secara tepat.  TV dapat membantu program pendidikan guru, pejabat dan pendidikan jabatan.

Mengingat besarnya dampak media televisi terhadap perubahan sistem nilai masyarakat serta pembentukan pribadi pemuda dan bangsa pada umumnya, maka pemerintah hendaknya benar-benar memperhatikan tayangan atau acara-acara yang bermutu, mengandung misi untuk mengantarkan masyarakat Indonesia ke suatu sistem nilai yang kondusif terhadap pengembangan watak dan tatanan hidup masyarakat, sesuai dengan iklim sosial budaya setempat dalam kerangka mencapai tujuan pembangunan nasional.

Media televisi memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik itu dampak yang mempengaruhi ruang sosial, budaya, politik, dan komponen-komponen yang lainnya. Televisi ini memberi dampak yang dominan terhadap perubahan tatanan sosial dan budaya bagi masyarakat, terlebih bagi remaja dan pemuda.

a.       Dampak positif

Dengan adanya televisi kita bisa mengetahui informasi terkini tentang tren dan informasi-informasi penting dalam waktu yang singkat. Kita bisa memperoleh pengetahuan melalui acara-acara yang memberikan referensi. Televisi dapat menjadi penghibur kita saat kita sedang bosan atau sedang menghadapi banyak masalah.

b.      Dampak negatif

Melalui televisi juga bisa menyebarkan dampak negatif. Televisi memberikan kita lupa untuk memikirkan hidup, karena kita selalu terobsesi terhadap sesuatu yang maya. Televisi juga di jadikan alat menyebarkan kebudayaan asing ke Indonesia. Memunculkan tren dan gaya hidup barat yang berpotensi menghapus kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.

Menurut Hurlock penonton anak remaja berada pada tahap perkembangan mulai memiliki pola perilaku akan hasrat penerimaan sosial yang tinggi. Remaja yang memiliki intentitas menonton berita kriminal mulai menyesuaikan hal-hal yang diterimanya dengan realitas sosial. Sehingga pengaruhnya akan cepat diterima terutama pada aspek kognitif yang meliputi pengetahuan akan kejahatan, aspek afektif meliputi perasaan atau emosi akan tayangan kekerasan bahkan aspek behavioral yang meliputi tindakan untuk meniru adegan kekerasan.

Program-program televisi memainkan peranan yang teramat penting dalam bagaimana orang memandang dunia mereka sendiri. Pada saat ini, kebanyakan orang mendapatkan informasi mereka dari sumber-sumber yang bermediasi dibandingkan dari pengalaman langsung. Oleh karena itu, sumber-sumber yang bermediasi dapat membentuk kenyataan seseorang.

Begitu juga sama halnya dengan aksi tindak kekerasan yang disiarkan oleh stasiun televisi. Kegiatan menonton TV kelas berat mengultivasi suatu anggapan bahwa dunia adalah tempat yang penuh dengan kekerasan, dan para penonton TV kelas berat merasa bahwa terdapat lebih banyak kekerasan di dunia dibandingkan dengan kenyataanya atau daripada yang dirasakan kelas ringan.

Televisi selain memberikan dampak positif juga banyak membawa dampak negatif. Televisi membangun sebuah definisi terselubung tentang suuatu hal, contohnya “perempuan cantik”. Biasanya yang dijadikan model orang-orang yang bertubuh langsing, berkulit putih, berambut lurus, dan akhirnya kita kerap tidak sadar sudah di bentuk untuk mempercayai definisi perempan cantik.

Televisi juga sering dijadikan acuan untuk masalah gaya pakaian dan gaya hidup. Jika seorang pemuda atau remaja berpakaian tidak seperti yang di tampilkan di televisi, maka dia akan dikatakan kuno. Alasan untuk mengikuti gaya hidup hanya karena Gengsi. Perubahan gaya hidup dikalangan remaja sangat ditentukan oleh lingkungan sekitar ataupun rangsangan-rangsangan yang datang dari luar. Dari berbagai fenomena pengaruh televisi. Maka timbullah beberapa perubahan sikap remaja dan pemuda di Indonesia. Perbahan-perubahan tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Remaja dan pemuda banyak yang meniru budaya kebaratan.

2.      Gaya hidup instan.

3.      Sosialisasi berkurang.

4.      Membanggakan budaya barat dan merendahkan budaya sendiri.

5.      Hilangnya budaya sopan santun.

6.      Mulai tertutup terhadap lingkungan.

7.      Prestasi menurun.

Dan masih banyak perubahan-perubahan yang lain. 


BMetode Penulisan

Metode yang digunakan penulis dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah:

1        Studi kepustakaan yaitu, metode dengan mengambil data dari bahan pustaka yang relevan dengan bahan penelitian dan sumber dari buku - buku

2        Metode psikologi yaitu, dengan melihat pola perilaku pemuda dan masyarakat dalam kesehariannya.

3        Studi kasus yaitu, penelaahan empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata.

Adapun langkah – langkah pokok dalam penggunaan metode penulisan ini:

1.      Merumuskan Masalah.

2.      Melakukan penelaahan perpustakaan.

3.      Merumuskan Hipotesis.

4.      Merumuska asumsi yang mendasari Hipotesis itu.

5.      Menyusun rancangan cara pendekatannya.

6.      Memvalidasikan teknik pengumpulan data.

7.      Mengumpulkan dan menganalisis data yang masih relevan.

8.      Menyusun laporan.

 

Analisis Masalah

Peran pemerintah sudah cukup banyak dalam pembuatan kebijakaan pertelevisian. Pemerintah telah membuat revisi Undang-Undang No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran yang saat ini sedang dibahas Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. yang menjadi pertanyaannya, seberapa besar pengawasan dan pemberian sanksi terhadap pelanggar?

Pemanfaatan televise sangatlah berguna bagi bangsa ini. Televise sangatlah mutakhir untuk menjaga kesatuan dan persatuan, karena jarak yang begitu jauh untuk melakukan komunikasi langsung. Melalui televise, dapat dilakukan pembelajaran dan proses pendidikan jarak jauh. Penggunaan televise dewasa ini telah diselewengkan. Televise hanya memiliki nilai estetika saja dan tidak memiliki nilai etika. Oleh karena itu masyarakatlah yang dirugikan. Apalagi masyarakat masih minim akan pengetahuan, mereka akan sangat mudah terpengaruh dan mendapat efek samping dari televise.

Anak, remaja, pemuda, dan seluruh kalangan masyarakat sangat rentan akan invansi budaya. Karena televise membawa serta pengaruh budaya luar masuk kedalam bangsa ini. Akibatnya budaya kita akan hilang dan yang ada hanya budaya homogen yaitu budaya barat.

Dengan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari penayangan program-program televisi dapat menyebabkan tidak maksimalnya peranan pemuda dalam masyarakat dan bangsa sesuai dengan yang di gariskan dalam GBHN, yaitu pengembangan generasi muda di persiapkan untuk kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, dengan memberi keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi yang luhur. 


Sintesis Masalah

Masih banyak siaran-siaran yang secara terangterangan menampilkan kekerasan contohnya “Patroli”. Siaran ini tentu akan menbjadi pengaruh terhadap kalangan masyarakat. Di kalangan anak misalnya, anak akan meniru adegan yang ditampilkan ditelevisi. Di kalangan masyarakat, masyarakat menjadi beranggaoan bahwa dunia penuh dengan kekerasan.

Untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat televise, pemerintah harus mengawasi secara intensif setiap penayangan-penayangan acara disemua stasiun televise. Pemerintah juga harus berani memberi ukuman bagi pelanggar.

Orang tua juga turut ambil andil dalam masalah ini dengan mengawasi dan mendampingi anaknya saat menonton televise. Agar orang tua mampu memberikan pengertian dari apa yang ditayangkan ditelevisi.

Permasalahan ini merupakan permasalahan yang komplek sehingga penanganan terhadap permasahan ini tidak dapat dilakuakan oleh satu tangan saja. Kerjasama anggota keluarga dan partisipasi semua elemen masyarakat adalah solusi yang sangat tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini.


BAB III

      PENUTUP

AKESIMPULAN

Televisi juga bisa menyebarkan dampak negatif. Televisi memberikan kita lupa untuk memikirkan hidup Media televisi di Indonesia jika pemanfaatan optimal sebenarnya sangat efektif dan efesien fungsinya. Melalui televisi sarana pendidikan bisa lebih menjangkau daerah, berita-berita dapat dilihat dan didengar melali televisi. Media TV termasuk cara yang efektif dan efisien untuk memutakhirkan (up dating) pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan IPTEK yang berlangsung secara tepat.  TV dapat membantu program pendidikan guru, pejabat dan pendidikan jabatan.

Televisi memberikan kita lupa untuk memikirkan kehidupan, karena kita selalu terobsesi terhadap sesuatu yang maya. Televisi juga di jadikan alat menyebarkan kebudayaan asing ke Indonesia. Memunculkan tren dan gaya hidup barat yang berpotensi menghapus kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.

Televisi dapat mengubah pola sikap dan perilaku masyarakat terlebih lagi remaja dan pemuda yang masih labil. Pemuda sekarang memiliki gengsi yang tinggi. Mereka menciptakan acan pergaulan melalui media seperti televisi. Pemuda sekarang sangat senang berkumpul dengan pemuda-pemuda yang dianggap gaul. Cenderung memilih teman, tempat berkumpul, dan pakaian. Hal ini yang menciptakan kesenjangan sosial, kasta, dan perpecahan.


BSARAN

           Kita sebagai remaja dan pemuda tanah air, diharapkan akan mampu membawa perubahan pada bangsa kita. Untuk itu, marilah kita mulai sadar akan pengaruh negative dari televisi. Tidak semua tayangan di televisi merupakan fakta dan nyata. Kebanyakan tayangan di televisi sudah dimanipulsi.

            Dengan kesadaran dari masing-masing pemuda, kita akan mampu memilah mana tayangan yang baik bagi kita. Apalagi kita sebagai seorang pelajar, janganlah kiranya jiwa sosial kita berkurang. Kita juga harus bergaul dengan teman-teman kita yang tidak bersekolah.

            Untuk pemerintah, penulis berharap ada tindakan lebih lanjut tentang pertelevisian di Indonesia ini. Acara-acara di televisi harus lebih disaring, karena pemirsa yang menonton dari semua umur (plural). Acara-acara sosial dan edukasi harus lebih banyak dimuat di televisi. Bila perlu pendidikan soal media (televisi) disisipkan kedalam kurikulum sekolah.

            Jika kita sadar akan pengaruh media kita tidak akan mudah ditipu, pengetahuan kita menjadi lebih luas, dan kita akan mengkonsumsi televisi sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan demikian, jadilah pemuda yang bijak dengan tidak menyalahgnakan televisi.


ADaftar Pustaka

Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional(BPPN).1996. Tujuan, isi, pengelolaan serta dampak terhadap perubahan sistem nilai (pengaruh tayangan program televisi terhadap perilaku anak dan pemuda).BPN.Jakarta

Change.2009.kebenaran semu media, change, hlm, 8. Gatra.31 Maret, 2011. Menuju komunitas ASEAN, Gatra, hlm. 35. Gatra. 22 Juli, 2011. Berita, hiburan, gossip, infotainment, Gatra, hlm. 56. 4 February 2010.

Muhammad Taufik. Media massa televisi merupakan senjata budaya penghancur generasi muda Indonesia. http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/04/media-massa-televisi-merupakan-senjata-budaya-penghancur-generasi-muda-indonesia/. [29 Agustus 2011]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Popular Posts

Pages